Mengapa tetesan putih itu keluar dari pelupuk mata?

Mengapa tetesan putih itu keluar dari pelupuk mata?

Saat bulan benar-benar percaya pada sang surya bahwa dia tidak akan memalingkan sinarnya selain kepadanya.
Saat bulan benar-benar bisa memberikan sinar tulusnya kepada sang surya, meyakinkan bahwa sinarnya hanya untuk sang surya.
Saat bulan memperlihatkan rona terang dalam gelapnya langit malam.

Tiba-tiba gelapnya langit malam menyelingkup dan menyelimuti tebal menutupi pancaran sinar bulan dan sang surya.
Gelapnya, . . membuat sang bulan dan sang surya sulit untuk menampakkan pancaran sinarnya.
Waktu malam yang bergulir untuk berganti pagi yang cerah sangat dinantikan oleh sang bulan. 
sang bulan ingin melihat apakah sinar sang surya menyingsing esok pagi. 
Tapi ada hal yang membuat pagi menjadi sendu oleh san bulan. ternyata pagi itu langit masih diselimuti oleh awan mendung, singsingan sang surya tak nampak pagi itu, tertutup oleh mendungnya awan.

Detik demi detik sang bulan tetap dalam penantian bahwa awan mendung akan berganti menjadi langit yang cerah, namun pada waktu itu awan mendung tak kunjung pergi dan hilang.
Kekecewaan dan kesedihan tak terbendungkan manakala hujan turun membahasi tanah bumi.
mengisyaratkan bahwa singsingan sang surya tidak muncul menyinari pagi itu.

Betapa berat kekecewaan yang terlihat pada sang bulan karna dia tidak dapat melihat singsingan sinar sang surya. 
Namun dengan penuh keyakinan sang bulan tetap menunggu, menjaga setiap detik geraknya demi sang surya. berharap bahwa kabar gembira akan tiba dari sang surya.

Hari demi hari ketika sang bulan sedang lengah dari penjagaanya, datanglah suara gemuruh yang begitu menerkam sang bulan. 
Sang bulan pun merasa penuh tanda tanya! bertanda apakah suara ini? apakah ini suara bergantinya awan mendung? dengan penuh semangat sang bulan menengok dari balik jendela kaca, akan tetapi yang dilihat awan mendung masih menyelimuti langit dan bertambah gelap.
Kembali kekecewaan yang harus sang bulan terima.
Karena sekian lama sang bulan menunggu berubahnya awan mendung yang menyelimuti langit, membuat sinar sang bulan sedikit demi sedikit redup.
Sang bulan sedikit demi sedikit lengah dengan apa yang setiap harinya sang bulan lakukan yaitu menjaga agar tetap melihat kondisi langit.

Namun tak terasa tanpa pernah diduga sebelumnya. 
Tampak sinsingan terang dari luar jendela kaca.
Awan mendung yang menyelimuti langit itu berubah menjadi awan putih.
Namun sang bulan tak mengetahui itu. 
Dari sudut jendela kaca Sinsingan sinar itu semakin terang menyorot sang bulan.
Sang bulan pun terbangun dari lengahnya. 
Lalu sambil berkata "Sinar apakah ini? sorotnya begitu terang! bukankah diluar sana awan sedang mendung?
Karena penasaran sang bulan pun mendekati jendela kaca dan yang mengejutkan sang surya tiba-tiba menampakkan sinar indahnya dan hangatnya pada sang bulan dibalik jendela kaca.

Kebahagian pun menyelimuti sang Bulan dan sang Surya. 
Setelah sekian lama mereka tidak saling terlihat sinarnya karena awan mendung dan gelap menutupi langit.
Sehingga menutupi singsingan pancaran indah sang bulan dan sang surya.
Seluruh isi langit pun ikut bersorak gembira melihat sang bulan dan sang surya memancarkan sinarnya.
Kabar gembira untuk alam semesta. 
Suara kicauan burung melantun disisi-sisi sudut langit biru nan menawan.
Pelangi indah menghiasi sekitar awan. 
Gemercik air langit mendendangkan alunan syahdu untuk sang bulan dan sang surya.

Kini Sang Bulan dan Sang Surya terlihat sangat indah karena bisa saling memberikan pancaran sinarnya. . . . . . 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara mudah mengubah file Pdf ke Word ataupun sebaliknya !!! by IslamPos

Mencintai dalam Diam

Ridhoi lah