?

ada hakkah kamu melarangya untuk mengejar apa yang dia cita-citakan? kujawab "tidak"
lalu kenapa kau seakan tidak menerima keputusannya? kujawab "aku takut"
apa yang membuatmu takut atas keputusannya? kujawab "ya aku berawal sebagai orang lain untuknya, aku bukan ibu yang melahirkannya, atau ayahnya yang setiap saat mendidiknya, yang mana merekalah yang pantas untuk melarang kemauannya. namun suatu hari nanti aku adalah yang akan menjadi salah satu orang yang paling dekat dengannya, aku juga punya hati, waktu, dan semua hal untuk dapat dia bahagiakan sebelum memilih kemauannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara mudah mengubah file Pdf ke Word ataupun sebaliknya !!! by IslamPos

Mencintai dalam Diam

Ridhoi lah