Figur Laki-Laki Hebat yang disebut Bapak
Apa
makna figur Bapak menurut kalian? Singkat cerita tentang gambaran
laki-laki hebat yang disebut dengan panggilan Bapak. Sosok yang menjadi role
model bagi keluarganya. Pemimpin
yang membawa seluruh anggotanya menuju kehidupan yang seperti apa. Dia bagaikan
pahlawan bagi anak laki-lakinya dan bagaikan cinta pertama bagi anak
perempuannya. Apakah benar demikian? Coba kita renungkan sendiri. Rasanya
ungkapan tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bagi saya pribadi
sosok Bapak sangatlah penting keberadaannya. Sumber kekuatan yang tak
terbantahkan bagi seorang anak. Bagaimana mungkin kehadirannya tidak memberikan
arti apa-apa dalam kehidupan kita. Sementara secara logika hal itu bisa di
buktikan dengan betapa banyak usaha dan pengorbanan yang ia lakukan untuk
keluarganya. Omong kosong apabila ada yang mengatakan bahwa seorang bapak tidak
memiliki kontribusi apa-apa dalam kebahagian keluarganya. Coba kita ingat
seberapa besar perjuangannya untuk kebaikan keluarga. Di kala usia kita masih
balita, ia tak segan menggendong, menimang, mengasuh kita dengan penuh
kehangatan. Selalu berusaha menyembunyikan rasa lelah dan keluh kesahnya dari
istri serta anaknya. Ada kalanya dalam suatu kondisi, ayah menjadi sangat
protektif kepada anaknya. Menjelma menjadi sosok Super Hero agar anak-anaknya
merasa bahagia dan bangga karena memiliki ayah yang sangat mencintainya. Ya,
walaupun ada saat dimana kita dilingkupi perasaan kesal dan tidak nyaman atas
sikap yang ditujukan bapak. Namun ingat dan tenanglah semua itu dilakukannya
demi kebaikan kita semua.Saya
pribadi sepekat dengan ungkapan di atas dimana bapak bagaikan cinta pertama
bagi anak perempuannya. Saya merasakan sendiri bagaimana atmosfer energi dari
keberadaan bapak. Ia menjadi sumber kekuatan hidup bagi saya selain dari Ibu.
Sekuat tenaganya akan di dedikasikan untuk keluarga. Sepatutnya sebutan
pahlawan tanpa tanda jasa juga disematkan kepadanya. Dia berjuang untuk
kebahagiaan keluarga. Tidak mudah menyerah menghadapi kerasnya kehidupan. Ini
menurut saya, lalu bagaimana dengan anda? Apa makna figur bapak dalam hidup
anda?
Dikutip
dari sebuah artikel “PijarPsikologi.org”, sebuah penelitian menunjukkan bahwa
ketidakberadaan ayah dikeluarga sejak anak masih kecil berpengaruh pada
kemampuan sosial dan emosionalnya. Ada kecenderungan untuk berperilaku agresif
dan mudah marah. Meskipun demikian, agresivitas dapat berkurang seiring dengan
kehadiran dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga dan lingkungan positif
disekitar anak. Oleh karena itu, sepatutnya kita sebagai anak dapat belajar
untuk berbakti kepadanya dengan segenap jiwa dan raga. Terlintas di fikiran dan
benak bahwa tugas itu “Sulit ah, berat ah”, memang!, tapi bukan berarti kita
tidak bisa melakukannya kan. Mulai saja dulu, lama-lama juga menjadi mudah dan
terbiasa. Ayo lakukan sebelum semua terlambat dan timbul penyesalan. Kita yang
masih diberikan kesempatan untuk dapat menatapnya setiap saat, jadikan sebagai
moment berharga di setiap waktu kebersamaan dengannya. Bergurau lah dengannya,
mintalah nasehat darinya, peluklah tubuhnya, doakan kebaikan baginya selepas
sholat. Tak lupa juga bagi kita yang sudah tidak dapat melihat keberadaan bapak
secara langsung banyak hal yang bisa kita lakukan salah satunya adalah dengan
mendoakannya setiap saat. Cara itulah yang menjadi salam rindu untuknya. Doa
yang kita panjatkan untuknya adalah sapaan hangat untuknya. Anak yang
sholeh/hah menjadi bekal terbaik bagi kedua orangtua kelak. Bahagia bukan
melihat kedua orangtua kita bangga memiliki keturunan yang menjadi jaminan
syurga. Insyaallah, Allahuma aamiin. Sebagaimana tiga amalan yang tidak akan
putus dari seseorang hingga ia meninggal adalah ilmu yang bermanfaat, amal jariyah
dan doa anak sholeh/hah. Satu poin yang menarik adalah doa anak yang sholeh
menjadi perhitungan amal bagi orangtua kelak.
x
Apa
makna figur Bapak menurut kalian? Singkat cerita tentang gambaran
laki-laki hebat yang disebut dengan panggilan Bapak. Sosok yang menjadi role
model bagi keluarganya. Pemimpin
yang membawa seluruh anggotanya menuju kehidupan yang seperti apa. Dia bagaikan
pahlawan bagi anak laki-lakinya dan bagaikan cinta pertama bagi anak
perempuannya. Apakah benar demikian? Coba kita renungkan sendiri. Rasanya
ungkapan tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bagi saya pribadi
sosok Bapak sangatlah penting keberadaannya. Sumber kekuatan yang tak
terbantahkan bagi seorang anak. Bagaimana mungkin kehadirannya tidak memberikan
arti apa-apa dalam kehidupan kita. Sementara secara logika hal itu bisa di
buktikan dengan betapa banyak usaha dan pengorbanan yang ia lakukan untuk
keluarganya. Omong kosong apabila ada yang mengatakan bahwa seorang bapak tidak
memiliki kontribusi apa-apa dalam kebahagian keluarganya. Coba kita ingat
seberapa besar perjuangannya untuk kebaikan keluarga. Di kala usia kita masih
balita, ia tak segan menggendong, menimang, mengasuh kita dengan penuh
kehangatan. Selalu berusaha menyembunyikan rasa lelah dan keluh kesahnya dari
istri serta anaknya. Ada kalanya dalam suatu kondisi, ayah menjadi sangat
protektif kepada anaknya. Menjelma menjadi sosok Super Hero agar anak-anaknya
merasa bahagia dan bangga karena memiliki ayah yang sangat mencintainya. Ya,
walaupun ada saat dimana kita dilingkupi perasaan kesal dan tidak nyaman atas
sikap yang ditujukan bapak. Namun ingat dan tenanglah semua itu dilakukannya
demi kebaikan kita semua.Saya
pribadi sepekat dengan ungkapan di atas dimana bapak bagaikan cinta pertama
bagi anak perempuannya. Saya merasakan sendiri bagaimana atmosfer energi dari
keberadaan bapak. Ia menjadi sumber kekuatan hidup bagi saya selain dari Ibu.
Sekuat tenaganya akan di dedikasikan untuk keluarga. Sepatutnya sebutan
pahlawan tanpa tanda jasa juga disematkan kepadanya. Dia berjuang untuk
kebahagiaan keluarga. Tidak mudah menyerah menghadapi kerasnya kehidupan. Ini
menurut saya, lalu bagaimana dengan anda? Apa makna figur bapak dalam hidup
anda?
Dikutip dari sebuah artikel “PijarPsikologi.org”, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketidakberadaan ayah dikeluarga sejak anak masih kecil berpengaruh pada kemampuan sosial dan emosionalnya. Ada kecenderungan untuk berperilaku agresif dan mudah marah. Meskipun demikian, agresivitas dapat berkurang seiring dengan kehadiran dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga dan lingkungan positif disekitar anak. Oleh karena itu, sepatutnya kita sebagai anak dapat belajar untuk berbakti kepadanya dengan segenap jiwa dan raga. Terlintas di fikiran dan benak bahwa tugas itu “Sulit ah, berat ah”, memang!, tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya kan. Mulai saja dulu, lama-lama juga menjadi mudah dan terbiasa. Ayo lakukan sebelum semua terlambat dan timbul penyesalan. Kita yang masih diberikan kesempatan untuk dapat menatapnya setiap saat, jadikan sebagai moment berharga di setiap waktu kebersamaan dengannya. Bergurau lah dengannya, mintalah nasehat darinya, peluklah tubuhnya, doakan kebaikan baginya selepas sholat. Tak lupa juga bagi kita yang sudah tidak dapat melihat keberadaan bapak secara langsung banyak hal yang bisa kita lakukan salah satunya adalah dengan mendoakannya setiap saat. Cara itulah yang menjadi salam rindu untuknya. Doa yang kita panjatkan untuknya adalah sapaan hangat untuknya. Anak yang sholeh/hah menjadi bekal terbaik bagi kedua orangtua kelak. Bahagia bukan melihat kedua orangtua kita bangga memiliki keturunan yang menjadi jaminan syurga. Insyaallah, Allahuma aamiin. Sebagaimana tiga amalan yang tidak akan putus dari seseorang hingga ia meninggal adalah ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan doa anak sholeh/hah. Satu poin yang menarik adalah doa anak yang sholeh menjadi perhitungan amal bagi orangtua kelak.
x
Dikutip dari sebuah artikel “PijarPsikologi.org”, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketidakberadaan ayah dikeluarga sejak anak masih kecil berpengaruh pada kemampuan sosial dan emosionalnya. Ada kecenderungan untuk berperilaku agresif dan mudah marah. Meskipun demikian, agresivitas dapat berkurang seiring dengan kehadiran dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga dan lingkungan positif disekitar anak. Oleh karena itu, sepatutnya kita sebagai anak dapat belajar untuk berbakti kepadanya dengan segenap jiwa dan raga. Terlintas di fikiran dan benak bahwa tugas itu “Sulit ah, berat ah”, memang!, tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya kan. Mulai saja dulu, lama-lama juga menjadi mudah dan terbiasa. Ayo lakukan sebelum semua terlambat dan timbul penyesalan. Kita yang masih diberikan kesempatan untuk dapat menatapnya setiap saat, jadikan sebagai moment berharga di setiap waktu kebersamaan dengannya. Bergurau lah dengannya, mintalah nasehat darinya, peluklah tubuhnya, doakan kebaikan baginya selepas sholat. Tak lupa juga bagi kita yang sudah tidak dapat melihat keberadaan bapak secara langsung banyak hal yang bisa kita lakukan salah satunya adalah dengan mendoakannya setiap saat. Cara itulah yang menjadi salam rindu untuknya. Doa yang kita panjatkan untuknya adalah sapaan hangat untuknya. Anak yang sholeh/hah menjadi bekal terbaik bagi kedua orangtua kelak. Bahagia bukan melihat kedua orangtua kita bangga memiliki keturunan yang menjadi jaminan syurga. Insyaallah, Allahuma aamiin. Sebagaimana tiga amalan yang tidak akan putus dari seseorang hingga ia meninggal adalah ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan doa anak sholeh/hah. Satu poin yang menarik adalah doa anak yang sholeh menjadi perhitungan amal bagi orangtua kelak.
x
Komentar
Posting Komentar