Warna Hidupku

Siapa yang tak bahagia memiliki teman hidup yang setia? andakah?  pasti semua orang ketika ditanya pertanyaan tersebut tak akan menjawab "TIDAK". 
Ya teman hidup yang setia? teman yang selalu menemani dikala senang maupun susah, duka maupun gembira, dan dalam semua kondisi yang sedang kita alami. nah siapakah teman hidup yang setia itu? 

Kita pasti punya jawaban yang berbeda-beda! perlu diketahui oleh sobat semua. teman hidup yang setia bukan berarti orang yang di identikkan sebagai pasangan kita seperti kekasih yang paling banyak menjadi jawaban sebagian besar orang terutama kita yang sedang dilanda indahnya cinta ke lawan jenis. 

Sobat. . . . sejatinya teman hidup yang setia ialah seorang yang paling dekat, paling tau, paling mengerti, paling mengasihi, paling mencintai diri kita setulus dan sepenuh hati. bisa jadi yang kalian anggap sebagai teman hidup yang setia itu adalah kekasih anda. akan tetapi hal ini tidak menjamin sepenuhnya 100% jika pasangan anda(kekasih) akan menjadi teman hidup yang paling setia! 

Bagi saya teman hidup yang paling setia yang pertama adalah IBU. kenapa? karena Ibu bukan hanya sosok yang notabennya orang yang telah melahirkan dan membesarkan. Itu adalah keniscayaan bagi seorang ibu. akan tetapi Ibu juga menjadi sosok teman dan sahabat paling setia dan sejati dalam hidup kita. Dalam semua hal/kondisi beliau rela mengorbankan jiwa dan raganya dengan sepenuh hati dan jiwanya demi kita anaknya. Naluri Ibu yang otomatis merasakan apa yang sedang dirasakan anaknya walaupun tanpa kita bercerita. Dimana saat kita sedang butuh bantuan, beliau selalu siap sedia, saat kita butuh ketenangan, beliau memberikan dekapan cinta kepada kita. saat kita gundah beliau memberi ucapan mutiara yang membuat kita jauh lebih baik dari sebelumnya. 

Yang kedua teman yang setia adalah keluarga(bapak, kakak, adik) 
gak kan kita pungkiri beliau semua pasti akan ikut sedih ketika melihat kita sedih. akan bahagia ketika kita juga bahagia. selalu memberikan semangat dan doa untuk kita.

Yang ketiga teman yang setia adalah saudara dan sahabat.
Layaknya dua mata uang yang tak terpisahkan. seorang saudara dan sahabat akan menjadi teman paling setia ketika kita sedang membutuhkannya. dalam kondisi apapun mereka semua akan memahami dan mengerti kondisi kita. 

Dan yang terakhir ini adalah Seorang Pasangan Sejati yaitu Imam dalam rumah tangga. kenapa dia menjadi urutan terakhir dalam catatan saya. bukan karena saya menomor sekian kan Dia(Suami). hal ini saya titik beratkan pada : Sebelum saya mengenal Dia(Suami) nanti saya kelak, saya lebih dahulu mengenal orang yang memiliki urutan dari Pertama Sampai urutan Ketiga. sebelum saya bertemu denganmu merekalah orang-orang yang senantiasa ada disamping saya selama ini. mengasihi, mencintai, menemani saya bahkan sampai nanti aku bertemu denganmu duhai Suamiku. mereka adalah orang-orang yang istimewa dalam hidup saya. Dan pada waktunya nant disaat aku dipertemukan dengan mu duhai Suamiku, aku akan memberikan urutan pertama untukmu menyanding urutan sosok paling berarti dalam hidupku yaitu ibuku. aku memberikan posisi utama untukmu karena setelah aku menjadi makmum mu, tanggung jawab utamaku yang pertama adalah kepadamu. Engkau yang yakin menjadikan aku sebagai makmum mu dan mendatangi keluarga untuk menikahiku. Mulai saat itulah kita berdua berjanji akan menjadi teman hidup yang paling setia. menjaga kasih sayang kita. membahagiakan keluarga kecil kita, menciptakan keharmonisan, dan menjadi suri tauladan baik untuk anak-anak kita. 
Tidak berhenti disitu saja. Keinginan terbesar kita adalah membawa keluarga kita nanti bahagia di akhirat. 
Kita bersama-sama membangun mahligai keluarga yang menyayangi ibu bapak kita, keluarga kita, saudara kita. Menyatukan dua keluarga yang berbeda supaya terjalin hubungan baik kedepannya. 

Bahagia bersama keluarga kecil kita. 
#salamsayanguntukibubapak
#darikitauntukmereka
#Abiumi

Uhibbukum Fillah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara mudah mengubah file Pdf ke Word ataupun sebaliknya !!! by IslamPos

Mencintai dalam Diam

Ridhoi lah